Server untuk Menjalankan LLM Lokal: Berapa GPU,
Agustus 3, 2026
Windows Server CAL adalah lisensi hak akses yang dibutuhkan oleh setiap user atau perangkat yang mengakses layanan Windows Server pada model lisensi Per Core/CAL. Artinya, membeli lisensi Windows Server untuk CPU atau core saja belum tentu cukup. Perusahaan juga perlu menghitung jumlah pengguna atau perangkat yang mengakses file server, printer, Active Directory, aplikasi, dan layanan lain di dalam server.
Sebagai contoh, perusahaan memiliki satu server Windows Server 2025 dan 50 karyawan yang mengakses file sharing. Selain melisensikan seluruh core fisik pada server, perusahaan umumnya membutuhkan 50 User CAL jika lisensi dihitung berdasarkan pengguna. Alternatifnya, perusahaan dapat membeli Device CAL berdasarkan jumlah perangkat yang digunakan untuk mengakses server.
CAL bukan aplikasi yang dipasang pada komputer pengguna. Microsoft menjelaskan bahwa CAL bukan produk software, melainkan lisensi yang memberikan hak kepada pengguna atau perangkat untuk mengakses layanan server. Hal ini berbeda dengan RDS CAL yang perlu dipasang, diterbitkan, dan dilacak melalui Remote Desktop Licensing Server.
Karena itu, perhitungan Windows Server CAL harus dilakukan berdasarkan pola akses perusahaan. Pilihan yang salah dapat menyebabkan jumlah lisensi terlalu sedikit atau membuat perusahaan membayar lebih banyak daripada yang sebenarnya dibutuhkan.

Client Access License memberikan hak kepada user atau perangkat untuk mengakses layanan yang dijalankan melalui Windows Server.
Layanan tersebut dapat mencakup:
Microsoft menyebutkan bahwa Windows Server Standard dan Datacenter menggunakan model Per Core/CAL. Core license memberikan hak menjalankan software Windows Server, sedangkan CAL memberikan hak akses kepada user atau perangkat yang terhubung ke server.
Sebagai ilustrasi, perusahaan membeli Windows Server 2025 Standard untuk satu server dengan 16 core. Lisensi tersebut mencakup hak menjalankan Windows Server sesuai edisi dan hak virtualisasinya. Namun, ketika 30 karyawan mengakses file server, perusahaan tetap perlu menyediakan CAL yang sesuai untuk pengguna atau perangkat tersebut.
CAL juga tidak dihitung berdasarkan jumlah koneksi yang aktif secara bersamaan. Jika perusahaan memilih User CAL, perhitungannya berdasarkan jumlah user yang memiliki hak mengakses server, bukan hanya jumlah orang yang sedang login pada waktu tertentu.
Sebagai contoh, terdapat 50 karyawan yang memiliki akun dan dapat mengakses server, tetapi hanya 20 orang yang biasanya aktif bersamaan. Perusahaan tetap perlu memperhitungkan seluruh user yang memiliki akses, bukan hanya 20 concurrent users.
Untuk pengguna eksternal seperti pelanggan, kontraktor, atau partner bisnis, Microsoft menyediakan dua pendekatan. Perusahaan dapat membeli CAL untuk setiap pengguna eksternal atau menggunakan External Connector License untuk setiap server yang diakses oleh pengguna eksternal tersebut. Pemilihan keduanya perlu disesuaikan dengan jumlah pengguna dan skenario akses.
Ada beberapa pengecualian terhadap kebutuhan CAL, sehingga perusahaan perlu memeriksa Product Terms dan model lisensi yang digunakan. Windows Server dengan model pay-as-you-go melalui Azure Arc, misalnya, tidak membutuhkan base Windows Server CAL. Namun, RDS CAL tetap diperlukan apabila perusahaan menggunakan Remote Desktop Services.
Lisensi server dan CAL memiliki fungsi berbeda. Kesalahan memahami keduanya dapat membuat perusahaan mengira bahwa pembelian Windows Server sudah otomatis mencakup seluruh user.
Lisensi server digunakan untuk memberikan hak menjalankan Windows Server pada perangkat fisik atau virtual. Untuk Windows Server Standard dan Datacenter, lisensi utamanya dihitung berdasarkan jumlah core.
Saat menggunakan model lisensi berdasarkan core fisik, setiap core pada server harus dilisensikan. Microsoft menetapkan minimum delapan core untuk setiap prosesor dan minimum 16 core untuk setiap server, termasuk server yang hanya mempunyai satu CPU.
Sementara itu, Windows Server CAL memberikan hak akses kepada user atau perangkat.
Perbedaannya dapat dilihat pada tabel berikut:
| Jenis Lisensi | Fungsi Utama | Dasar Perhitungan |
| Windows Server Core License | Hak menjalankan Windows Server | Jumlah core fisik atau virtual sesuai model |
| Windows Server User CAL | Hak seorang pengguna mengakses server | Jumlah user |
| Windows Server Device CAL | Hak satu perangkat mengakses server | Jumlah perangkat |
| RDS CAL | Hak menggunakan Remote Desktop Services | Jumlah user atau perangkat RDS |
| External Connector | Akses untuk pengguna eksternal | Setiap server yang diakses |
Perusahaan tidak dapat mengganti core license dengan CAL. Demikian juga, CAL tidak memberikan hak menjalankan sistem operasi Windows Server.
Misalnya, sebuah perusahaan memiliki satu server 24 core dan 40 karyawan. Perusahaan perlu melisensikan seluruh 24 core untuk Windows Server. Setelah itu, perusahaan masih perlu menghitung 40 User CAL atau sejumlah Device CAL sesuai pola penggunaannya.
Windows Server CAL biasa juga berbeda dari RDS CAL. Base CAL dapat digunakan untuk akses umum seperti file sharing, autentikasi, atau aplikasi server. RDS CAL merupakan lisensi tambahan untuk user atau perangkat yang menggunakan Remote Desktop Services. Microsoft menyebut RDS sebagai fungsi tambahan yang memerlukan Additive Access License di luar base Windows Server CAL.
Base Windows Server CAL umumnya berupa bukti hak lisensi dan tidak dipasang pada server seperti software biasa. Sebaliknya, RDS CAL dikelola melalui Remote Desktop Licensing Server yang menerbitkan lisensi ketika user atau perangkat terhubung ke RD Session Host.
Microsoft menyediakan dua pilihan utama Windows Server CAL, yaitu User CAL dan Device CAL. Keduanya memberikan hak akses ke layanan server, tetapi dasar perhitungannya berbeda.

User CAL diberikan kepada satu pengguna. Pengguna tersebut dapat mengakses server melalui beberapa perangkat, misalnya komputer kantor, laptop, tablet, atau perangkat lain.
User CAL lebih sesuai jika:
Sebagai contoh, perusahaan memiliki 40 karyawan. Setiap karyawan menggunakan satu laptop dan satu perangkat tambahan. Jika menggunakan Device CAL, perusahaan mungkin harus menghitung hingga 80 perangkat. Dengan User CAL, perusahaan cukup membeli CAL untuk 40 pengguna yang mengakses server.
Microsoft menyatakan bahwa User CAL dapat menjadi pilihan lebih masuk akal ketika karyawan membutuhkan akses melalui beberapa perangkat atau ketika jumlah perangkat lebih banyak daripada jumlah pengguna.

Device CAL diberikan kepada satu perangkat. Perangkat tersebut dapat digunakan oleh beberapa orang untuk mengakses layanan server.
Device CAL lebih sesuai jika:
Sebagai contoh, pabrik memiliki 90 pekerja yang dibagi menjadi tiga shift. Mereka menggunakan 25 komputer bersama untuk mengakses aplikasi di Windows Server. Device CAL berpotensi lebih efisien karena perusahaan menghitung 25 perangkat, bukan 90 pengguna.
Microsoft menyebut Device CAL dapat lebih ekonomis dan mudah dikelola pada lingkungan dengan beberapa pekerja yang menggunakan perangkat yang sama secara bergantian.
Berikut perbandingannya:
| Kondisi Perusahaan | User CAL | Device CAL |
| Satu user memakai banyak perangkat | Lebih sesuai | Bisa lebih mahal |
| Banyak user memakai satu perangkat | Bisa lebih mahal | Lebih sesuai |
| Karyawan mobile | Lebih fleksibel | Perlu menghitung setiap perangkat |
| Sistem kerja shift | Kurang efisien | Biasanya lebih efisien |
| Setiap user memiliki laptop sendiri | Umumnya sesuai | Dapat dipertimbangkan |
| Komputer produksi digunakan bersama | Kurang sesuai | Umumnya sesuai |
Pilihan tidak sebaiknya ditentukan hanya berdasarkan jumlah karyawan. Perusahaan harus membuat daftar siapa yang mengakses server, berapa perangkat yang digunakan, dan apakah perangkat tersebut dipakai secara pribadi atau bersama.
Perhitungan berdasarkan jumlah karyawan biasanya menggunakan User CAL.
Sebuah perusahaan memiliki 30 karyawan. Seluruhnya menggunakan laptop masing-masing untuk mengakses file server dan Active Directory.
Kebutuhan awalnya adalah:
Jika setiap karyawan juga mengakses server melalui tablet atau komputer rumah, jumlah User CAL tetap 30 karena lisensi diberikan kepada pengguna, bukan perangkat.
Perusahaan memiliki 100 karyawan, tetapi hanya 60 orang yang menggunakan file server, aplikasi internal, atau layanan Windows Server.
Kebutuhan User CAL dapat dihitung berdasarkan 60 pengguna yang memiliki hak akses. Karyawan yang sama sekali tidak mengakses layanan tersebut tidak otomatis perlu dimasukkan.
Namun, perusahaan perlu memastikan bahwa akun, grup akses, aplikasi, dan pola jaringan memang membatasi akses hanya kepada 60 user tersebut.
Perusahaan awalnya memiliki 50 pengguna dengan 50 User CAL. Enam bulan kemudian, perusahaan merekrut 15 karyawan baru dan memberikan akses server kepada seluruhnya.
Kebutuhan lisensi menjadi:
50 User CAL lama + 15 User CAL tambahan = 65 User CAL
Penambahan user tidak selalu mengharuskan perusahaan membeli ulang lisensi Windows Server pada core. Core license dan CAL merupakan bagian yang berbeda. Core license baru diperlukan jika terdapat penambahan server, core, atau perubahan arsitektur yang memengaruhi hak lisensinya.
Sebuah agency memiliki 25 karyawan. Setiap orang menggunakan desktop kantor, laptop, dan terkadang tablet untuk mengakses file server.
Dengan User CAL, kebutuhannya adalah 25 lisensi. Jika menggunakan Device CAL, jumlah perangkat yang perlu dihitung bisa mencapai 50–75 unit.
Dalam kondisi tersebut, User CAL biasanya lebih efisien.
Device CAL dihitung berdasarkan jumlah perangkat yang mengakses server, tanpa memperhatikan berapa banyak orang yang menggunakan perangkat tersebut.
Pabrik memiliki 120 operator yang bekerja dalam tiga shift. Seluruh operator menggunakan 30 komputer produksi yang sama untuk membuka aplikasi dan menyimpan data ke Windows Server.
Kebutuhan awalnya adalah:
Walaupun jumlah pekerja mencapai 120 orang, hak akses diberikan kepada 30 komputer yang digunakan bersama.
Sebuah perusahaan retail memiliki 15 cabang. Setiap cabang mempunyai dua komputer kasir yang mengakses server pusat.
Jumlah perangkatnya adalah:
15 cabang × 2 komputer = 30 Device CAL
Jumlah pegawai kasir tidak menjadi dasar utama selama seluruh akses dilakukan melalui 30 perangkat tersebut.
Klinik memiliki 45 staf medis dan administrasi. Mereka menggunakan 18 komputer bersama untuk mengakses aplikasi yang berada pada Windows Server.
Jika seluruh akses hanya dilakukan melalui 18 komputer tersebut, perusahaan dapat mempertimbangkan 18 Device CAL.
Namun, jika dokter dan manajemen juga mengakses server dari laptop pribadi, perangkat tambahan tersebut perlu diperhitungkan. Dalam situasi seperti ini, perusahaan perlu membandingkan total biaya Device CAL dengan User CAL.
Perusahaan memiliki 40 Device CAL untuk 40 komputer. Kemudian perusahaan menambahkan lima laptop yang juga mengakses file server.
Jumlah Device CAL yang dibutuhkan menjadi:
40 Device CAL lama + 5 Device CAL tambahan = 45 Device CAL
Device CAL melekat pada hak akses perangkat. Penggantian atau pemindahan lisensi perlu mengikuti ketentuan lisensi Microsoft yang berlaku, sehingga perusahaan sebaiknya menyimpan catatan penetapan lisensi secara rapi.
RDS CAL diperlukan ketika user atau perangkat menggunakan Remote Desktop Services untuk terhubung ke RD Session Host dan membuka desktop atau aplikasi secara remote.
Setiap user atau perangkat yang terhubung ke Remote Desktop Services Session Host membutuhkan RDS CAL. Microsoft menyediakan dua model RDS CAL, yaitu Per User dan Per Device.
RDS CAL dibutuhkan ketika perusahaan:
Perusahaan umumnya tetap memerlukan base Windows Server CAL di samping RDS CAL. RDS CAL merupakan lisensi tambahan untuk fungsi Remote Desktop Services, bukan pengganti Windows Server CAL.
Sebagai contoh, perusahaan memiliki 20 staf yang menggunakan Remote Desktop untuk membuka aplikasi akuntansi. Kebutuhan lisensinya dapat mencakup:
Jika 60 pekerja shift menggunakan 15 terminal bersama untuk mengakses RD Session Host, perusahaan dapat mempertimbangkan:
Remote Desktop Services mempunyai masa tenggang lisensi selama 120 hari. Setelah masa tersebut berakhir, client harus memperoleh RDS CAL yang valid dari license server agar dapat masuk ke remote session. Masa tenggang ini sebaiknya dipakai untuk implementasi dan konfigurasi awal, bukan sebagai pengganti pembelian lisensi.
Versi RDS CAL juga harus sesuai. RDS CAL versi lama tidak dapat digunakan untuk mengakses RD Session Host versi lebih baru. Sebaliknya, RDS CAL versi lebih baru dapat digunakan untuk mengakses versi Windows Server yang lebih lama sesuai tabel kompatibilitas Microsoft.
Kesalahan pertama adalah menganggap lisensi Windows Server sudah termasuk CAL untuk seluruh karyawan. Lisensi core dan CAL merupakan dua hak penggunaan yang berbeda.
Kesalahan kedua adalah menghitung concurrent users. CAL umumnya dihitung berdasarkan user atau perangkat yang memiliki akses, bukan hanya koneksi yang aktif secara bersamaan.
Kesalahan berikutnya adalah membeli User CAL berdasarkan jumlah perangkat. Jika perusahaan membeli User CAL, perhitungannya harus mengikuti jumlah pengguna yang mengakses layanan server.
Kesalahan lainnya adalah memilih Device CAL pada perusahaan dengan banyak laptop dan perangkat mobile. Satu user yang menggunakan tiga perangkat dapat membutuhkan tiga Device CAL, sedangkan dengan User CAL hanya membutuhkan satu lisensi.
Sebaliknya, User CAL dapat kurang efisien pada pabrik, rumah sakit, atau bisnis dengan banyak pekerja shift yang berbagi sedikit terminal.
Perusahaan juga sering menganggap Windows Server CAL sudah mencakup Remote Desktop Services. Padahal, penggunaan RDS membutuhkan RDS CAL tambahan untuk user atau perangkat yang terhubung ke RD Session Host.
Kesalahan lain adalah membeli RDS CAL versi lama untuk Windows Server terbaru. RDS CAL Windows Server 2022, misalnya, tidak dapat digunakan untuk RD Session Host Windows Server 2025.
Perusahaan juga perlu menghindari pembelian lisensi tanpa dokumentasi. Simpan invoice, kontrak, bukti pembelian, jenis CAL, versi, jumlah, dan catatan penetapan kepada user atau perangkat.
Terakhir, jangan menggunakan perkiraan harga dari artikel lama sebagai dasar anggaran. Model, program, harga, dan ketentuan lisensi dapat berubah. Microsoft menyarankan perusahaan berkonsultasi dengan perwakilan atau reseller lokal sebelum melakukan pembelian.
Windows Server CAL merupakan hak akses yang dibutuhkan user atau perangkat untuk menggunakan layanan Windows Server. User CAL lebih cocok ketika satu karyawan mengakses server melalui beberapa perangkat. Device CAL lebih efisien ketika banyak pekerja menggunakan komputer yang sama secara bergantian.
Perusahaan juga perlu membedakan Windows Server CAL dengan RDS CAL. RDS CAL merupakan lisensi tambahan untuk pengguna atau perangkat yang memakai Remote Desktop Services.
Sebelum membeli, catat jumlah user, perangkat, pekerja shift, pengguna remote, versi Windows Server, dan pengguna eksternal. Perhitungan berdasarkan data tersebut membantu perusahaan menghindari kekurangan lisensi maupun pembelian berlebihan.
View this post on Instagram
Agar kebutuhan dapat dihitung lebih akurat, siapkan informasi versi dan edisi Windows Server, jumlah server fisik, total user, total perangkat, jumlah pengguna RDS, sistem kerja shift, serta rencana penambahan karyawan.
Perhitungan lisensi tersebut dapat dikirimkan ke tim Sparta Server Indonesia melalui:
Email: sales@spartaserverindonesia.com
WhatsApp: +62 878-2224-1000
Alamat kantor: Jl. Raya Lenteng Agung Barat Nomor 8, RT 02/RW 04, Srengseng Sawah, Jagakarsa, Jakarta Selatan, DKI Jakarta
Website: spartaserverindonesia.com
Base Windows Server CAL bukan software, tetapi hak lisensi bagi user atau perangkat untuk mengakses server. RDS CAL berbeda karena dipasang dan dikelola melalui Remote Desktop Licensing Server.
User CAL memberikan hak kepada satu user untuk mengakses layanan server yang tercakup oleh lisensi organisasi sesuai versi dan ketentuan produk. Perusahaan tetap perlu memastikan seluruh server dan versi CAL telah dilisensikan dengan benar.
Harga dan efisiensinya bergantung pada pola penggunaan. User CAL lebih efisien ketika jumlah user lebih sedikit daripada perangkat. Device CAL lebih sesuai ketika banyak user berbagi sedikit perangkat.
Akses yang semata-mata digunakan untuk administrasi server dapat memiliki ketentuan khusus dalam Product Terms. Perusahaan perlu memeriksa ketentuan lisensi terbaru dan membedakan akses administrasi dari penggunaan layanan bisnis biasa.
Akses untuk administrasi server memiliki ketentuan yang berbeda dari penyediaan Remote Desktop Services kepada pengguna. Jika RDP digunakan agar karyawan membuka desktop atau aplikasi melalui RD Session Host, RDS CAL diperlukan.
Copyright 2025 spartaserverindonesia.com. All Rights Reserved.